Rupiah Lagi, Lagi, Lagi Loyo
Kamis 25 September 2025, rupiah turun lagi. Bloomberg catat 16.749, JISDOR catat 16.752. Bedanya cuma Rp 3, tapi tetap aja bikin galau.
Kenapa? Dolar AS naik karena Trump ngomel keras ke Rusia. Pasar takut sanksi baru, investor lari ke dolar. Rupiah jadi korban. Besok bakal sembuh atau makin pucat?
Tiga Pemicu Pelemahan Hari Ini
Pertama, Trump naik pitam. Ia ancam Rusia lewat televisi. Risiko perang dingin 2.0 memanas, dolar jadi buruan.
Kedua, BI masih wait-and-see. Suku bunga acuan belum disentuh, jadi daya tarik rupiah flat. Investor ragu, mereka pilih parkir di greenback.
Ketiga, pasar dalam modus “risk-off”. Emas naik, saham Asia merah, rupiah kepayahan. Trio ini selalu datang bareng seperti telur, cabe, dan micin; kalau satu naik, yang lain ngikut.
Geopolitik: Trump vs Rusia
Belum ada sanksi baru, tapi bibit kepanikan sudah menyebar. Ingat Maret 2022? Rupiah ambruk 600 poin cuma gara-gara rumor. Sekarang skenarionya mirip, tapi skalanya mini.
Kebijakan Rumahan: Tax Amnesty 3.0
Komisi XI DPR masukkan RUU pengampunan pajak ke Prolegnas 2026. Tujuannya tarik dolar dari luar. Kalau jadi, aliran asing bisa menahan tekanan rupiah. Tapi efeknya nggak instan; masih rencana, belum nyata.
Proyeksi Jumat 26 September 2025
Analis Ibrahim Assuaibi perkirakan rupiah bakal nongkrong di kisaran 16.740–16.810. Kenapa masih lemah? Tiga alasan cepat:
- Sentimen Trump belum reda.
- tidak ada kejutan dari BI.
- Akhir pekan, trader lebih suka cuti sambil pegang dolar.
Kalau kamu butuh dolar tunai, siap-siap kantong lebih tipis. Tapi kalau cuma nabung, tunggu sentimen reda; beli di bawah 16.750 masih oke.
Kesimpulan
Rupiah lagi sehat-sehatnya sakit. Gejolak geopolitik di Eropa dan kebijakan pajak rumahan bikin ia napas pendek. Besok diprediksi masih melorot, tapi cuma 60–70 poin. Kamu tak perlu panik, cukup waspada. Tiga langkah praktis: cek kurs pagi, pasang limit order, jangan boros dolar. Kalau mau untung dari volatilitas, pakai money-changer online yang spread kecil. Ingat, fluktuasi ini sementara; fundamental Indonesia masih kokoh, hanya sedang kena angin. Jadi, tetap tenang, pakai masker finansial, dan tunggu rupiah kembali semangat minggu depan.
FAQ
Diprediksi 16.740–16.810 per dolar AS.
Komentar agresif Trump soal Rusia bikin dolar AS naik, rupiah jadi korban.
Bisa, tapi baru rencana; efeknya terasa setelah disahkan dan disosialisasikan.
Kalau kebutuhan mendesak, ambil di bawah 16.750. Kalau investasi, tunggu sentimen reda.