Di tengah harga batu bara lesu, Petrosea malah belanja perusahaan
Kalau kamu karyawan tambang dan lihat bosmu membeli perusahaan migas, apa reaksimu? Salut atau mikir: ini sih cari pasangan baru sebelum ditinggal. Begitu pula PT Petrosea Tbk (PTRO). Dari kontraktor batu bara, kini ia berniat jadi penyanyi duo: tambang plus migas. Bedanya, ia nyanyi pakai cek Rp 400 miliar.
Agustus lalu, anak usahanya lempar Rp 399,9 miliar untuk menelan Hafar Daya Konstruksi dan Hafar Daya Samudera. September, ia tambah gaspol: menandatangani termsheet non-binding dengan Scan-Bilt Pte. Ltd. dari Singapura. Tiga langkah, satu mimpi: diversifikasi. Tapi apakah nyalinya sebesar utangnya? Cek bagian bawah.
Akuisisi Hafar Daya: sekali swipe, dua bidang sekaligus
Grup Hafar punya kapal dan kaki di lapangan. Kapal angkut material. Kaki menjejak proyek lepas pantai. Dengan menelan dua anak usahanya, PTRO langsung dapat:
- Aset kapal untuk distribusi alat berat
- Portofolio proyek lepas pantai yang sudah ada kontrak
- Tim insinyur yang sudah kenal medan laut Indonesia
Manajemen bilang sinergi operasional. Investor bilang: kalau kapal mogok, utang tetap jalan. Makanya Wafi dari KISI menekankan pentingnya arus kas sehat.
Harga saham melompat 61%: spekulasi atau fundamental?
Dalam sebulan, saham PTRO naik dari Rp 4.000 ke Rp 6.475. BEI bahkan kasih label UMA. Artinya: ada yang beli pakai emosi, bukan kalkulator. Wafi menyebut dua penyebab: sentimen akuisisi plus likuiditas tipis. Jadi kalau kamu tergiur, ingat: yang naik cepat bisa turun secepat mantan chat “ada di luar”.
Scan-Bilt: tiket masuk ke klub kimia & migas onshore
Scan-Bilt bukan nama kafe di Senopati. Dia ahli plant civil engineering untuk kilang dan pipeline. Dengan mengambil mayoritas sahamnya, PTRO langsung bisa:
- Mengisi orderbook dari kilang kilang baru di Bontang & Cilacap
- Bikin recurring income dari maintenance berkala
- Meningkatkan margin karena pekerjaan teknik kimia lebih premium
Tapi ingat, termsheet masih non-binding. Besok bisa jadi batal. Jadi jangan pakai utang kredit untuk beli saham dulu.
Kesimpulan
PTRO ingin keluar dari zona nyaman batu bara. Ia beli Hafar Daya untuk jangkar lepas pantai, Scan-Bilt untuk pijakan kilang. Strateginya jelas: kurangi risiko harga komoditas, kejar margin lebih gemuk. Tapi harga saham yang melejit 61% sudah memasukkan harapan positif. Kalau akuisisi gagal atau utang membengkak, yang tertinggi jatuh paling keras. Mau ikut tren? Wait and see. Mau invest jangka panjang? Cek utang, arus kas, dan pastikan manajemen bisa integrasi tanpa kultur clash. Karena membeli perusahaan gampang, mengelola beda cerita.
FAQ
Hanya akuisisi Hafar Daya yang final. Scan-Bilt masih tahap non-binding.
Kenaikan 61% dalam sebulan memicu pantauan BEI, diduga karena spekulasi.
Bila tuntas, PTRO punya mesin pertumbuhan baru di migas dan menurunkan risiko batu bara.