Obligasi Rp 5,26 T: Darurat atau Peluang?
Laba INKP baru saja nyungkruk 41%. Penjualan turun. Utang? Masih US$ 5,77 miliar. Lalu kok malah ngutang lagi?
Ternyata INKP baru melepas obligasi, sukuk, dan dollar bond total Rp 5,26 triliun. Ambil utang baru untuk tutup utang lama plus modal kerja. Cerdik atau kelabakan? Simak dulu.
Rincian Obligasi INKP 2025
Tiga surat utah sekaligus. Rinciannya begini:
- Obligasi Berkelanjutan V: Rp 3,94 T (seri A 3 thn 9%, seri B 5 thn 9,5%)
- Sukuk Mudharabah IV: Rp 1,10 T, bagi hasil 73,42% setara 9,5%
- Obligasi USD II: US$ 12,5 juta (~Rp 209 M), tenor 1-5 thn, kupon 5,5-7,75%
Total? Rp 5,26 triliun. Cukup untuk bayar cicilan & beli bahan baku sekaligus.
Alokasi Dana: 70% Bayar Utang
Rp 1,57 triliun dari seri rupiah langsung dibelokkan ke bank. Sisanya buat modal kerja: kayu, kemasan, listrik, gaji. Sukuk? Sama. Dollar bond? US$ 7,5 juta nutup utang USD. Intinya: ganti baju utang, bukan bikin pabrik baru.
Bunga 9%: Mahal atau Wajar?
Suku bunga acuan BI 6%. Obligasi korporat serupa 8-8,5%. INKP kasih 9-9,5%. Alasannya: risiko kertas global naik-turun, rupiah suka goyang. Investor minta premi. Mau duit cepat? Ya bayar mahal.
Prospek Saham INKP Setelah Obligasi
Kiwoom Sekuritas masih kasih rekomendasi trading buy dengan target Rp 8.375. Alasannya tiga: harga pulp mulai pulih, kapasitas pabrik baru jalan, ekspor India & China mulai bertanya. Tapi ingat, utang tetap US$ 5,7 M. Kalau harga pulp turun lagi, cicilan bisa ngoyor.
Kesimpulan? Obligasi ini bukan jackpot, tapi pelampung likuiditas. Kalau kamu percaya harga kertas akan stabil, INKP bisa jadi teman naik. Kalau nggak, ya tunggu di Rp 6.000-an. Risiko ada, cuan? Bisa, asal eksekusi tepat.
FAQ
Obligasi korporat risikonya di atas SUN. Cek rasio utang & prospek usaha sebelum membeli.
Penawaran berlangsung hingga 2 Oktober 2025, settlement 7 Oktober 2025.
Tidak. 70% untuk bayar utang, sisanya modal kerja. Dividen tergantung kebijakan emiten.