Rugi Tapi Senyum, Begini Jurus MBMA
Uang masuk US$ 628 juta, tapi masih lebih rendah 32% dari tahun lalu. Tangan kanan terima uang, tangan kiri bayar maintenance. Pasar panik, investor garuk kepala. Tapi di balik angka merah, MBMA malah ngerjain proyek gede.
Kamu pikir rugi langsung gulung tikar? Salah. Kadang turun itu persiapan lompat. MBMA pakai waktu diam untuk upgrade mesin, tambah kapasitas, dan manuver strategis. Hasil? Bijih nikel mereka melesat 78% dalam enam bulan.
Angka Rugi vs Lompatan Bijih
Dalam semester I-2025 revenue menurun karena dua kata: smelter service. Pabrik dimatiin buat tune-up, otomatis penjualan NPI ikut turun 23%. EBITDA tetap US$ 77 juta, turun cuma 8% karena margin masih tebal. Analoginya seperti servis mobil, bengkel tutup sehari tapi mesin jadi lebih irit bensin. Bedanya, bengkel MBMA tutup beberapa minggu, pasokan tetap lancar dari tambang.
Produksi Bijih Naik 78%
SCM tambang nikel mereka kasih 6,9 juta wet metric tonnes. Saprolit naik 189%, limonit naik 45%. Hujan tinggi pun tak gentar, karena mereka sudah investasi infrastruktur 12-18 bulan lalu. Sekali hujan, mereka malah basah kencing emas.
EBITDA Kuartal II Naik 33%
Setelah adjustment dampak maintenance, labanya malah naik 33% yoy. Turun dulu, terjun bebas baru lompat. Mirip push-up, turunnya buat naik lebih kuat.
Proyek Masa Depan yang Mulai Berkicau
MBMA nggak cuma diam. Mereka bangun HPAL bareng ESG: 30.000 ton nikel per tahun. Train A sudah jual 9.465 ton MHP, Train B baru nyala di kuartal II-2025. Lanjut lagi, SLNC 90.000 ton per tahun konstruksi 29%, target komisioning 2026. Ditambah dua Feed Preparation Plant dan pipa slurry ke Morowali, selesai akhir 2025.
- HPAL ESG: 30 ktpy, Train B on
- HPAL SLNC: 90 ktpy, 29% progress
- Acid Iron Metal (AIM): pirit & asam on full, logam klorida + katoda tembaga full di akhir 2025
Kesimpulan
Jadi rugi 32% itu bukan tanda mati, tanda lagi napas. MBMA pilih maintenance supaya biaya NPI turun di bawah US$ 10.000 per ton untuk pertama kalinya. Sambil menunggu harga nikel membaik, mereka tambah kapasitas bijih, rampungkan HPAL, dan siapkan AIM. Investor jangka pendek lihat warna merah, investor jangka panjang bau harum baterai elektrik. Kalau kamu suka cerita loncatan, tahan kartu mu, ikuti update proyek HPAL 2026. Laporan ini cairin teori, tinggal praktik: pantau cash cost, track progress HPAL, dan cek harga nikel global.
FAQ
Investor fokus loncatan produksi 78% dan proyek HPAL 2026, buku merah dianggap sementara.
NPI & HGNM setengah jadi, MHP produk HPAL siap jadi baterai. MHP nilai jual lebih tinggi.
Train pertama direncanakan komisioning pertengahan 2026, progress konstruksi 29%.