IHSG Naik 29 September 2025, 3 Saham Siap Dibeli

Naik Tipis, Tapi Cuan? Simak Dulu

IHSG naik 58 poin, tapi kamu masih bingung mau beli apa? Santai. Kita bongkar dulu kenapa indeks bisa melorot tiba-tiba meski komoditas lagi biru.

Ringkasnya: emas tembaga naik, rupiah melemah, konglomerat direbalancing. Tiga faktor ini adu kuat di pasar. Hasilnya? IHSG ditutup di 8.099. Sekarang kita cari celahnya.

Mengapa IHSG Masih Naik Meski Rupiah Melemah

Pertama, harga emas dunia nyentuh level baru. Investor lari ke aset safe-haven, dan emiten tambang jadi primadona. Kedua, MSCI dan FTSE baru saja rebalance, bikin dana asing ngalir ke saham konglomerat besar. Ketiga, volume beli meningkat, artinya uang segar masih ada.

Level Jitu Buat Intraday

Support 8.070, resistance 8.109. Main di tengah? Boleh, tapi pasang cutloss 1% biar gak pusing.

Risiko Rupiah

Kalau USD IDR tembus Rp 15.400, IHSG bisa koreksi 0,5%. Jadi jangan lupa cek kurs sebelum klik buy.

Tiga Saham Pilihan Analis Buat Senin

BFIN, BKSL, JPFA. Kok mereka? Begini logikanya:

  • BFI Finance: kredit tumbuh 12%, NPL turun, harga masih di bawah PBV 1×.
  • Sentul City: rencana rights issue selesai, overhang hilang, harga tanah Sentul naik 8% YoY.
  • Japfa: harga ayam stabil, feed cost turun, margin ekspansi. Plus dividen 3%.

Target harga sudah dihitung: BFIN Rp 825-875, BKSL Rp 148-154, JPFA Rp 2.170-2.250.

Kesimpulan

IHSG masih uptrend, tapi kencengnya pelan. Manfaatkan level support 8.070 buat entry, pasang stop di bawahnya. Tiga saham di atas punya cerita positif sendiri, jadi kamu gak perlu nebak. Tetap sedia cash 20%, karena Fed bisa kagetkan pasar kapan saja. Kalau kamu ragu, coba beli sedikit dulu, nambah kalau harga balik ke support. Happy trading dan ingat: cutloss itu lebih murah dari pada ngutang.

FAQ

Apa target IHSG Senin 29 September 2025?

Analis catat support 8.070 dan resistance 8.109, pergerakan terbatas.

Saham apa yang direkomendasikan?

BFIN, BKSL, JPFA karena fundamentalnya membaik dan harga masih menarik.

Apakah IHSG bisa turun lagi?

Bisa, bila rupiah melemah lebih dari Rp 15.400 per USD dan harga komoditas anjlok.

References

Saya Sang Putu Jaya Anggara Putra, seorang digital marketing yang tinggal di Denpasar, Bali. Saya menjalankan Jay.Foll, sebuah panel media sosial yang inovatif, dan juga bekerja sebagai webmaster utama di PT Mousmedia Bali, agensi pemasaran digital yang membantu bisnis tampil lebih baik di dunia digital.