Kok Bisa Gitu? Penjualan Ritel Loyo di 2025!
Coba bayangkan ini: Kamu udah kerja keras banget, banting tulang, tapi pas lihat hasilnya, eh, cuma naik sejengkal doang. Rasanya kayak gimana tuh? Kecewa, kan?
Nah, kurang lebih begitu perasaan para emiten ritel di Indonesia sekarang. Laporan keuangan kuartal III-2025 keluar, dan banyak yang geleng-geleng kepala. Mayoritas penjualan mereka cuma bisa tumbuh single digit, alias cuma naik sedikit saja. Ibarat lari maraton, tapi kecepatannya kayak jalan santai di taman.
Angka-angka Bicara, Tapi Pelan Banget
Data itu nggak pernah bohong, meski kadang bikin kaget. Banyak pemain besar di dunia ritel nasional yang penjualannya cuma \”mlempem\”. Mereka udah jualan dari Januari sampai September 2025, tapi hasilnya ya… gitu deh.
- ACES (Aspirasi Hidup Indonesia Tbk): Penjualan naik tipis 1,69% jadi Rp 6,33 triliun. Nggak salah baca, kan?
- AMRT (Sumber Alfaria Trijaya Tbk): Alfamart ini naik 7,09% jadi Rp 94,47 triliun. Lumayan, tapi masih jauh dari kata \”ngebut\”.
- MIDI (Midi Utama Indonesia Tbk): Indomaret-nya Alfamart ini tumbuh 4% jadi Rp 15,27 triliun. Cuma empat persen, lho!
- MAPI (MAP Aktif Adiperkasa Tbk): Naik 8,76% jadi Rp 30,03 triliun. Hampir dua digit, tapi belum nyampe.
- HERO (DFI Retail Nusantara Tbk): Ini juga naik 3,86% jadi Rp 3,51 triliun. Angka yang cukup \”malu-malu\”.
- ERAA (Erajaya Swasembada Tbk): Penjualan nambah 7,72% jadi Rp 52,36 triliun.
Dari semua yang disebut di atas, cuma MAPA (MAP Aktif Adiperkasa Tbk) yang berhasil pecah telor dengan pertumbuhan dua digit, yaitu 12,28% jadi Rp 13,94 triliun. Selamat buat MAPA, mungkin mereka punya jurus rahasia. Tapi, ada juga yang malah minus, lho!
RALS (Ramayana Lestari Sentosa Tbk) penjualannya anjlok 11,15%. Dan LPPF (Matahari Department Store Tbk) juga ikutan terkoreksi 9,98%. Ini bukan cuma \”melambat\