ICBP 2025: Mi Naik, Susu Turun, Buy Buy Buy?

Laba ICBP Melejit 56%, Tapi Susu Dibuang

Bayangkan jualan mi naik, susu malah sepi. Itu ICBP semester I 2025. Laba Rp 5,54 triliun, naik 56% YoY. Kok bisa? Biaya bunga jeblok 66%. CPO mahal, tapi mereka main efisiensi.

Kuartal II turun 13% QoQ, wajar. Lebaran selesai, orang puasa selesai, dompet istirahat. Tapi Santa Claus dan kembang api Natal sudah siap datang. Siap-siap lonjakan kuartal IV.

Mi, Bumbu, Snack Naik. Susu, Minuman Terdampar

Datanya kerasa. Mi +2,53%, bumbu +6,5%, snack +3,27%. Tiga pilar ini dorong pendapatan naik 1,73% menjadi Rp 37,6 triliun. Sementara susu -2,86%, minuman -12,1%, nutrisi -0,45%. Alasannya: daya beli masuk angin, harga CPO naik, orang beralih ke produk dasar.

Mi Tetap Juara Karena Harga Terjangkau

Mi instan ibarat bensin masyarakat: krisis atau tidak, tetep disedot. ICBP main rasa baru, kemasan kecil, harga tetap 3-digit. Hasilnya volume tetap on, margin aman.

CPO Naik, HPP Ikut Naik 6,6%

CPO tembus US$ 1.000/ton, otomatis harga pokok naik Rp 23,8 triliun. Tapi ICBP tak serta-merta naikkan harga 1:1. Mereka potong biaya keuangan, bikin mesin lebih irit, dan utang US$ diganti rupiah.

Analis Ramal Harga Saham ICBP: Buy, Buy, Buy

Tiga sekuritas top: Phintraco, NH Korindo, BRI Danareksa. Target harga Rp 12.000-13.450. Alasan? Konsumsi H2 rebound, stimulus 2025 menggelinding, ekspor mi ke Afrika mulai grebek.

  • Top-line diproyeksi Rp 76 triliun 2025 vs 2024 Rp 72,6 triliun.
  • EBIT margin dijaga 20-22% lewat efisiensi operasional.
  • Risiko: daya beli lesu, CPO liar, stimulus telat.

Kesimpulan

ICBP bukan kuda pacu tapi kerbau kerja: pelan tapi kokoh. Laba 56% bukan karena jualan melesat, tapi karena mereka potong bunga dan efisiensi. Mi dan bumbu jadi mesin uang, susu masih batuk. Kalau kamu investor yang suka roda lambat tapi pasti, ICBP bisa jadi teman. Target Rp 12-13 ribu artinya upside 15-25%. Tapi ingat, beli perlahan, jangan borong sekaligus. Krisis daya beli masih mengintai. Santai, pakai duit dingin, mi akan terus dimakan, dan laba bisa tetap menggelembung sampai Natal.

FAQ

Apakah ICBP masih worth it di 2025?

Worth untuk jangka menengah karena produk makannya stabil dan efisiensi kuat. Beli pelan saat koreksi.

Kenapa laba ICBP bisa naik 56% padahal penjualan flat?

Bunga utang turun 66%, biaya keuangan jeblok, plus efisiensi operasional. Jualan tak melonjak, tapi biaya makin irit.

Risiko utama apa yang bisa membuat ICBP turun?

CPO terus naik, stimulus pemerintah telat, daya beli drop parah. Ketiganya bisa tekan margin.

References

Saya Sang Putu Jaya Anggara Putra, seorang digital marketing yang tinggal di Denpasar, Bali. Saya menjalankan Jay.Foll, sebuah panel media sosial yang inovatif, dan juga bekerja sebagai webmaster utama di PT Mousmedia Bali, agensi pemasaran digital yang membantu bisnis tampil lebih baik di dunia digital.