Naik 26% Kok Bisa?
Bayangkan kamu nabung rutin, tapi tiba-tiba saldo meloncat 26% dalam delapan bulan. Itu baru saja dialami investor HPAM Tactical Equity. Henan Asset bikin reksa dana sahamnya menanjak 26,19% year-to-date hingga 29 Agustus 2025. Posisi ke-6 di kelas reksa dana saham se-Indonesia.
Bukan karena main tebak-tebakan. Bukan pula karena dengar-dengar grup WhatsApp. Tapi karena mereka punya tiga senjata: bottom-up, sektor lapar, dan duit dingin. Penasaran? Lanjut baca.
Bottom-Up: Cari Saham Sehat, Bukan Saham Hype
Henan Asset gak peduli kalau saham lagi viral di medsos. Mereka buka laporan keuangan. Lihat utangnya kecil, laba stabil, lalu baru masuk. Prinsipnya: kalau perusahaannya sehat, harga pasti ngejar.
Contohnya mereka suka bank BUKU IV yang NPL rendah. Atau emiten energi yang cash-nya lebih tebal dari mantan kamu. Saham begini biasanya gak heboh, tapi ketika pasar sadar, meloncatnya cepat kayak kucing kejilat lampu.
Tata Kelola Jadi Filter Awal
Manajemen yang suka main perutusan dana ke perusahaan papa? Langsung diskip. Henan lebih suka bos yang transparan, rapat komisaris lengkap, dan gak tiba-tiba private placement seenak jidat.
Valuasi Murah = Diskon 30%
PBV di bawah 1,5x tapi ROE di atas 15% jadi incaran. Logikanya: kamu beli baju branded tapi dapat harga pasar malam. Siapa yang nolak?
Sektor Pilihan: Energi & Keuangan Jadi Andalan
Tim Henan melihat dua sektor bak bulan baru: energi dan keuangan. Energi disokak harga minyak stabil di atas 80 USD. Keuangan disokak suku bunga tinggi sehingga NIM mengembang. Mereka masuk sebelum rumor, keluar setelah laporan keuangan membaik.
Cash Buffer: Jaga Peluru Saat Pasar Galak
Henan gak habis-habisan beli. Mereka taruh kas 15-20%. Fungsinya: kalau IHSG tiba-tiba ambruk, mereka shopping tanpa jualan dulu. Investor tenang, manajer punya korslet peluru.
- Bisa top-up saham diskon
- Tidak paksa redemption investor
- Tetap dapat bunga deposito sementara tunggu waktu tepat
Balok Tengah: Kamu Juga Bisa Pakai Trik Ini
Tau nggak? Trik bottom-up bisa dipakai investor ritel. Cukup tiga langkah: buka laporan keuangan, filter utang <50% dan laba naik 3 tahun, bandingkan PBV vs sektornya. Selesai. Gak perlu software mahal, cukup Excel dan kopi.
Proyeksi: Masih Ada Ruang 2-8%
Reza Fahmi bilang, kalau earning recovery terjadi, reksa dana saham masih bisa nambah 2-8% hingga akhir tahun. Valuasi IHSG masih di bawah rata-rata lima tahun. Artinya: kue masih banyak, tergantut seberapa cepat kamu ambil.
Kesimpulan
Henan Asset bukan dukun. Mereka cuma disiplin: beli saham sehat, pilih sektor yang mulai bangkit, dan selalu siaga pakai cash. Hasilnya: 26% dalam delapan bulan. Kamu bisa tiru strategi ini, entah lewat reksa dana mereka atau beli sendiri saham yang lolos filter sama. Ingat, profit besar datang dari risiko terkendali, bukan dari FOMO. Sekarang giliran kamu: mau ikutan bottom-up atau tetep jadi penonton?
FAQ
Bottom-up berarti pilih saham berdasarkan kualitas perusahaan, bukan karena rumor atau indeks naik.
Untuk beli saham diskon saat pasar turun tanpa paksa jual portofolio.
Tidak. Return masa lalu bukan jaminan masa depan, tapi strategi tetap bisa dipakai.
Bisa mulai Rp 100 ribu lewat platform sekuritas atau Agen Penjual Efek Reksa Dana.