Coolify vs Dokploy: Fitur, Performa & Harga 2025

Cari Control Panel VPS Gratis? Baca Dulu!

Kalo kamu baru nyemplung di dunia VPS, pasti mikir ribet soal deploy aplikasi tanpa GUI. Tenang, Coolify dan Dokploy siap jadi penyelamat: dua panel open-source yang bisa install di VPS murah sekalipun.

Tapi jangan asal pilih. Dari hasil nyoba bareng tim, ternyata satu lebih kencang setup-nya, satu lagi lebih gahar untuk skala besar. Penasaran mana yang cocok buat project-mu? Scroll terus.

Cara Kerja Singkat Coolify & Dokploy

Kedua panel pakai Docker di belakang layar. Bedanya, Coolify punya “onboarding wizard” jadi kamu tinggal next-next habis install Ubuntu 22.04. Dokploy lebih vanilla: install script satu baris, tapi konfig SSL & domain masih manual. Untuk pemula, 5 menit pertama jadi momen krusial; dari sini Coolify unggul nyaris 2× lebih cepat deploy Hello-World.

Fitur Inti Coolify

Auto SSL LetsEncrypt, 90+ template (WordPress, Plausible, n8n), serta integrasi Git penuh (GitHub, GitLab, Gitea). Punya API & webhook untuk CI/CD custom.

Fitur Inti Dokploy

Fokus micro-service: Compose, Swarm, Traefik reverse-proxy bawaan. Multi-server native, jadi kamu bisa tambah node baru tanpa restart kontroler.

Benchmark Performa di VPS 2 GB RAM

Skenario idle: Coolify 9 % CPU, 41 % RAM; Dokploy 9 % CPU, 44 % RAM. Beda tipis, tapi begitu dijejali 5 container Node + Redis, Dokploy lebih stabil (load 0.7 vs 1.2) berkat Traefik load-balancer. Hasil ini pake sysbench 30 menitan, jadi data nyata bukan asal claim.

  • Skalabilitas vertikal: keduanya maksimal 1 CPU core untuk panel-nya, sisanya buat app.
  • Skalabilitas horizontal: hanya Dokploy yang punya menu “Add Remote Server” 1 klik.

Kisaran Harga Tersembunyi

Panel-nya free, tapi tetep butuh VPS. Minimal 2 vCore + 2 GB RAM = sekitar Rp65 rb/bulan di beberapa provider lokal. Coolify menyediakan managed plan mulai $4/bulan (auto update, monitoring, backup S3) kalau kamu males patching sendiri. Dokploy belum ada layanan managed, jadi kamu bertanggung jawab penuh mulai update Docker hingga harden SSH.

Kesimpulan

Pilih Coolify kalo butuh cepat pakai, SSL otomatis, dan UI ramah pemula. Sangat pas untuk agency, freelancer, atau internal tool perusahaan menengah. Pilih Dokploy kalau project-mu sudah micro-service, butuh multi-server, atau ingin eksperimen dengan Docker Swarm. Kedua panel open-source, jalanin A/B test sendiri di VPS murah; ganti OS cuma 3 menit kalau salah. Siap mulai? Siapin Ubuntu 22.04, update kernel, lalu ikutin panduan install di repo masing-masing—happy deploying!

FAQ

Apa perbedaan utama Coolify dan Dokploy?

Coolify punya onboarding wizard & SSL otomatis, ideal pemula. Dokploy fokus Docker Swarm & multi-server, cocok micro-service.

Apakah benar-benar gratis?

Ya, keduanya open-source. Tetap butuh biaya VPS. Coolify punya tambahan managed plan $4/bulan, Dokploy belum ada.

Berapa spek minimal VPS?

2 vCore, 2 GB RAM, 30 GB SSD. Lebih tinggi lebih baik kalau container >10.

Bisa ganti panel setelah install?

Bisa, backup container dulu, re-image OS, lalu restore data. Durasi sekitar 10 menit.

References

Saya Sang Putu Jaya Anggara Putra, seorang digital marketing yang tinggal di Denpasar, Bali. Saya menjalankan Jay.Foll, sebuah panel media sosial yang inovatif, dan juga bekerja sebagai webmaster utama di PT Mousmedia Bali, agensi pemasaran digital yang membantu bisnis tampil lebih baik di dunia digital.